Berita

February 13, 2024

Kritik Nassim Nicholas Taleb terhadap Bitcoin: Volatilitas, Transparansi, dan Lindung Nilai yang Gagal

Rizki Wahyudi
WriterRizki WahyudiWriter
ResearcherNikos PapadopoulosResearcher

Nassim Nicholas Taleb, seorang sarjana dan pakar manajemen risiko, yang terkenal dengan buku terlarisnya seperti "Black Swan" dan "Antifragile", pernah menjadi pendukung pro-Bitcoin. Namun, tiga tahun lalu, dia tiba-tiba mengubah pendiriannya dan menjadi kritikus BTC.

Kritik Nassim Nicholas Taleb terhadap Bitcoin: Volatilitas, Transparansi, dan Lindung Nilai yang Gagal

Argumen Taleb Melawan Bitcoin

Kritik Taleb terhadap Bitcoin berkisar pada beberapa poin penting. Pertama, ia berpendapat bahwa suatu mata uang tidak boleh lebih bergejolak dibandingkan barang dan jasa yang digunakan untuk membeli dan menjual. Menurut Taleb, Bitcoin gagal dalam hal ini karena volatilitasnya melebihi item yang ingin ditransaksikan.

Kedua, Taleb menyoroti kurangnya transparansi dalam Bitcoin dan potensinya memfasilitasi penghindaran pajak dan pencucian uang. Dia percaya bahwa daya tarik mata uang kripto terletak pada kemampuannya untuk memberikan tingkat opasitas tertentu, yang tidak dimiliki oleh Bitcoin. Taleb membandingkan hal ini dengan aset fisik seperti emas, yang dapat dibuat anonim melalui peleburan atau pengerjaan ulang.

Lebih lanjut, Taleb menegaskan bahwa volatilitas Bitcoin tidak berkurang seiring berjalannya waktu, bahkan ketika harganya meningkat. Hal ini menantang anggapan bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap tidak bertanggung jawabnya bank sentral dan krisis perbankan.

Kegagalan Bitcoin

Taleb juga berpendapat bahwa Bitcoin telah gagal sebagai alat lindung nilai terhadap bank. Dia menunjuk pada krisis perbankan pada awal tahun 2023, di mana beberapa bank besar mendapat dana talangan dari pemerintah AS. Meskipun terjadi krisis, harga Bitcoin melonjak, menunjukkan bahwa Bitcoin tidak memberikan perlindungan yang diharapkan.

Selain itu, Taleb tidak mengomentari persetujuan ETF Bitcoin spot, yang telah mendapatkan popularitas signifikan di Wall Street. Hal ini menunjukkan bahwa dia mungkin tidak memandang ETF ini sebagai perkembangan positif untuk Bitcoin.

Kesimpulannya, kritik Nassim Nicholas Taleb terhadap Bitcoin berasal dari volatilitasnya, kurangnya transparansi, dan kegagalan dalam berfungsi sebagai lindung nilai terhadap bank. Meskipun Bitcoin telah mendapatkan daya tarik di dunia keuangan, perspektif Taleb menawarkan sudut pandang peringatan yang menantang narasi yang ada seputar mata uang kripto.

About the author
Rizki Wahyudi
Rizki Wahyudi
About

Dari jalan-jalan ramai Surabaya, Rizki adalah pelopor dalam dunia strategi kasino online, menggabungkan nilai-nilai tradisional Indonesia dengan tren permainan global. Dikenal karena kejelasan dan antusiasmenya, dia adalah beacon bagi banyak pemain Indonesia yang memasuki kasino digital.

Send email
More posts by Rizki Wahyudi

Berita terbaru

Shibarium: Komunitas yang Berkembang, Pertumbuhan yang Mengesankan, dan Peningkatan Nilai Pembakaran SHIB
2024-02-16

Shibarium: Komunitas yang Berkembang, Pertumbuhan yang Mengesankan, dan Peningkatan Nilai Pembakaran SHIB

Berita